Bagaimana perjalanan kali ini? Semoga menyenangkan ya! Dan tentunya, selamat datang juga di Terminal Menyapa Mentari. Tempat parkir FuadNyong, seorang penggemar armada transportasi umum. Boleh dibilang Bismania, walo kadang juga selingkuh dengan kereta. Silahkan jalan-jalan di Terminal ini, tak ada calo, copet, bebas pengamen dan pedagang asongan. Tetap berhati-hati di jalan raya, selamat melanjutkan perjalanan semoga selamat sampai tujuan.

Sumber Kencono vs Mira


Jalur ekonomi Surabaya – Yogyakarta praktis hanya dikuasai oleh dua pemain (hanya dua pemain); eSKa dan Mira. Tidak ada perusahaan otobus lain yang bermain di trayek panjang berliku ini. Jangan dulu bicara soal Eka, karena dia masuk kasta lebih atas; Patas AC, yang tentunya berbeda dengan kasta ekonomi milik eSKa dan Mira.

Di sinilah asyiknya melihat persaingan di antara kedua perusahaan otobus ini. Sumber Kencono terkenal dengan kecepatannya yang selalu ngeblong, membuat kita sejenak dekat dengan Tuhan. Inilah positioning utama dari eSKa. Orang menyebut eSKa berarti menyebut kecepatan di atas ratarata dalam setiap waktu, tak peduli bis sarat penumpang ataupun sekedar membawa deretan kursi kosong. Sementara Mira, apa yang bisa dijual dari Mira? Kondisi bodi secara fisik hampir sama dengan eSKa, kenyamanannya sama juga. Mira lebih lambat dari eSKa, inilah yang selalu diingat dari penumpang, bahwa Mira lambat.

Seandainya dua bis tersebut berderet menunggu penumpang, siapa yang akan dipilih? Tentu 8 dari 7 orang akan memilih eSKa. Kenapa? Ya karena kecepatannya tadi. Ketika tidak ada yang bisa dijual yang membedakan dirinya dengan eSKa, lambat laun Mira akan ditinggalkan penumpangnya. Orang akan lebih memilih eSKa dengan kenyamanan yang sama dengan Mira, dengan kondisi fisik bodi yang sama juga dengan Mira, namun dengan kecepatan yang lebih daripada Mira.

Lalu, bagaimana Mira melawan Sumber Kencono? Secara kecepatan rasarasanya suatu hil yang mustahal. Sampai kapanpun Mira tak akan mampu melawan kecepatannya eSKa!! (dalam hal ini hanya Rosalia Indah yang bisa). Inilah tawaran terbaik dari Mira untuk merebut hati penumpang; mengeluarkan Mira AC dengan tarif biasa!!! Ya, Mira akhirnya mengeluarkan jurus pamungkasnya, Mira AC bertarif ekonomi biasa berkaroseri New Armada model Sprinter yang siap mengalahkan Sumber Kencono dengan mesin Hino AK Turbonya.

Sekarang Mira unggul 1-0 dengan eSKa. Kenyamanan yang lebih yang akhirnya dijual oleh Mira, kecepatan menjadi nomor dua ketika berbicara kenyamanan dalam perjalanan panjang Surabaya-Jogja. Inilah babak baru persaingan eSKa dan Mira, persaingan antara kecepatan dan kenyamanan. Patut dicermati apakah akhirnya eSKa juga akhirnya mengeluarkan eSKa AC, yang kabarnya ngga jadi dikeluarin garagara biaya perawatan yang dua kali lipat dibanding yang biasa. Ato kalo begini, janganjangan malah Mira memakan penumpang saudara tuanya, Eka Patas AC??


**Hatihati di jalan, keluarga menunggu di rumah



2 comments:

wongbiasa said...

aku penggemar SK & Mira untuk menempuh jarak Maospati-Surabaya tapi sejak Mira keluarin ATB akhirnya aku pindah kelain hati, tapi aku denger2 SK November 2009 ini juga dah meluncurken ATB, wah tambah sueneeeng pooool banyak pilihan dari 2 bis favoritku.

Anonymous said...

sedikit koreksi bang, MIRA ATB karoseri tentrem bkn new armada. trus mslh kcepatan relatif jg,bbrpa x naek MIRA ATB bhkn mampu menggasak SK non AC.

 

Copyright © 2010-2013 Menyapa Mentari All Rights Reserved | Developed by PIXIAstudio